Christopher Columbus

tumblr_mi0b0jHU5L1qa0q13o2_500      Dari semua penjelajah Spanyol dan Portugis, Columbus termasuk yang paling penting. Dia sangat dipengaruhi Alkitab melebihi yang diketahui banyak orang. Kira-kira jam 08.00 pagi tanggal 12 Oktober 1492AD ketika dia menjejakkan kakinya di sebuah daratan setelah lama berada di lautan, itulah ketika Dunia Baru lahir.

Sampai kira-kira seratus tahun lalu, prestasi ini sangat menimbulkan kekaguman. Ada begitu banyak kota, danau, taman dan tempat lain di seluruh benua Amerika dinamakan menurut namanya. Orang ini memang luar biasa.

Christopher Columbus sangat rajin menghadiri pembacaan Alkitab, doa, rajin menjalani puasa, rajin menghadiri kebaktian ibadah, bahkan banyak yang mengira dia anggota salah satu Ordo suci.

Pada waktu mendarat di Dunia Baru, kata-katanya yang diucapkan adalah:

“Blessed be the light of day, And the Holy Cross we say; And the Lord of Veritie And the Holy Trinity”

“Terpujilah cahaya benderang hari ini, Dan Salib Suci kami panjatkan doa ini; Dan Tuhan Veritas Dan Maha Kudus Trinitas”

Sesungguhnya setiap pagi lagu ini dinyanyikan di atas kapal itu. (John Eidsmoe, Columbus and Cortez, Conquerors for Christ: The Controversy, The Conquest, The Mission, The Vission, Gren Forest, AR: New Leaf Press, 1992, hal 204)

Ketika dia menjejakkan kakinya di daratan dia menancapkan sebuah salib besar, Salib Kristus. Nama Christoforo sendiri diambil dari kata Christo artinya Kristus dan foro, dalam basa latin pherein, artinya memikul, jadi nama Christopher artinya “pemikul Kristus”. Dia percaya bahwa seumur hidupnya dia dipanggil Tuhan untuk memikul dan membawa Kristus ke negeri-negeri yang jauh melalui samudra raya. Sedangkan Columbus, diambil dari kata colon, dari bahasa Itali yang berari “anggota”, Columbus sering mengatakan bahwa dia anggota tubuh Kristus dan akan membawa Kristus ke dunia yang baru.

Menarik pula disimak, pemandu kapal NINA, salah satu dari ketiga kapal yang dibawa Columbus, membuat peta dari dunia yang sudah dikenali pada waktu itu dengan gambar St. Christopher menggendong bayi Kristus melintasi samudra Atlantik, ke Dunia Baru. Dan anehnya gambar yang dilukis oleh pemandu itu sabagai St. Chritopher adalah berwajah Columbus.

Renungkanlah tempat-tempat yang dia beri nama. Tempat pertama dia menginjakkan kaki di Dunia Baru dinamakan SAN SALVADOR, artinya “Juru Selamat Kudus”. Kemudian dia mendarat lagi ditempat yang ia beri nama VERA CRUZ, artinya “Salib yang Benar”. Selanjutnya ia mendarat lagi ditempat yang ia beri nama LA NAVIDAD yang artinya “Kelahiran/Natal”. Kemudian ia mendarat di sebuah tempat yang ada tiga bukitnya yang sangat indah, ia beri nama TRINIDAD atau artinya “Trinitas”.

Columbus juga menulis buku, satu buku berisi catan harian dan buku lainnya ia sebut “Buku Nubuatan”. Dalam Buku Nubuatan itu ia banyak sekali menulis dari Alkitab dan ia merasa terpanggil untuk mewujudkan nubuatan-nubuatan dari ayat-ayat Alkitab yang dia tulis itu.

“Kitab Suci menyatakan dalam Perjanjian Lama, melalui mulut para nabi, dan dalam Perjanjian Baru, melalui Juru Selamat kita Jesus Kristus, bahwa dunia ini akan berakhir; Matthew, Mark, dan Luke mencatat tanda-tanda berakhirnya jaman…..dan saya berkata bahwa tanda-tanda yang meyakinkan saya bahwa Tuhan kita mempercepat akhir dunia ini adalah pengajaran Injil yang baru-baru ini dilakukan di begitu banyak negeri” (Christopher Columbus, Book of Prophecies, terjemahan Kay Brigham, Forth Lauderdale, TSELF, Inc. 1992, hal. 23)

Beberapa ayat Kitab suci yang dia sukai antara lain:

“Sungguh, Akulah yang dinanti-nantikan pulau-pulau yang jauh; kapal-kapal Trasis berlayar di depan untuk membawa anak-anakmu laki-laki dari jauh, perak dan emasnya di bawa serta, untuk nama TUHAN, Allahmu, dan oleh karena itu Yang Maha Kudus, Allah Israel, sebab Ia mengagungkan engkau” Isaiah 60:9.

“Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa, supaya keselamatan yang dari pada-KU sampai ke ujung bumi” Isaiah 49:6

Kalau kita membaca seluruh buku Columbus maka kita akan terkesan dengan pengetahuannya yang mendalam akan Alkitab. Seluruhnya ditulis dengan tulisan tangannya sendiri, berisi tentang Firman Tuhan, disertai komentar-komentar, serta alasan mengapa dia melakukan perjalan tersebut, serta bagaimana Alkitab menguatkannya.

Berikut adalah kata-katanya sendiri dalam suratnya kepada Raja Ferdinand dan Ratu Isabella yang ia salin dalam Buku Nubuatannya:

“Pada saat ini saya mengerti dan belajar untuk melihat ke dalam seluruh Kitab Suci, Kosmografi, Sejarah, Tawarikh, dan Falsafah, dan Kesenian lain, yang Tuhan kita buka untuk pengertian saya (saya dapat merasakan Tangan-Nya menuntun saya), sehingga menjadi jelas bagi saya bahwa memang mungkin untuk berlayar dari sini ke Hindia; dan Ia membuka di dalam diri saya tekad untuk melaksanakan gagasan tersebut. dan saya menghadap kepada anda berdua Yang Mulia dengan semangat ini. Semua yang mendengar tentang usaha saya menolaknya dengan tertawaan, mencibir saya. Ilmu pengetahuan yang saya sebut di atas maupun catatan yang berwenang dari ilmu pengetahuan itu tidak cukup untuk meyakinkan mereka.. Hanya pada Anda Yang Mulia berdua masih ada iman dan ketetapan. Siapa yang meragukan bahwa pencerahan ini berasal dari Roh Kudus? Saya bersaksi bahwa Ia (Roh Kudus), dengan cahaya terang menakjubkan menghibur saya melalui yang suci dan sakral, bukti yang kuat dan jelas dengan empat puluh empat buku Perjajnjian Lama, dan empat Kitab Injil dengan dua puluh tiga Surat-Surat Rasuli dari para Rasul yang diberkati itu membangkitakan semangat saya untuk meneruskan, dan secara berlanjut, tanpa berhenti sejenakpun, kitab-kitab itu membakar saya dengan sangat mendesak.”(Christopher Columbus, Book of Prophecies, terjemahan Kay Brigham, Forth Lauderdale, TSELF, Inc. 1992, hal. 178-179)

“..hasilnya akan merupakan perwujudan dari apa yang Penebus kita Jesus Kristus katakan, dan telah mengatakannya sebelumnya, melalui mulut para nabi-nabiNya yang Suci” (Christopher Columbus, Book of Prophecies, terjemahan Kay Brigham, Forth Lauderdale, TSELF, Inc. 1992, hal. 178-179)

Dia juga berkata:

“Tuhanlah yang meletakkan gagasan itu ke dalam pikiranku untuk berlayar ke Hindia…..Kenyataan bahwa Injil masih diajarkan di begitu banyak negeri dalam waktu yang demikian pendek-itulah yang meyakinkan saya” (John Eidsmoe, Columbus and Cortez, Conquerors for Christ: The Controversy, The Conquest, The Mission, The Vission, Gren Forest, AR: New Leaf Press, 1992, hal 90-91)

Selain untuk menyebarkan Injil Kristus, mengenai emas dia punya rencana lain yang sangat mendesak, hasratnya untuk menemukan emas adalah untuk membiayai perang Salib. Dia sangat ingin membebaskan Jerusalem. Hal ini diketahui dari kata-katanya sendiri:

“Saya harus mengulangi: untuk melaksanakan upaya ini ke Hindia, akal sehat, matematika, ataupun ilmu pemetaan tidak berguna bagi saya, seperti saya mengutamakan nubuatan Kitab Suci. Inilah yang harus saya laporkan mengenai pembebasan Jerusalem….Pada saat saya dimotivasi Kitab Suci untuk pergi dan menemukan Hindia, saya pergi ke istana kerajaan dengan maksud memohon kedua pemimpin negara untuk memperhitungkan biaya yang mungkin akan dikeluarkan untuk merebut kembali Jerusalem” (George Grant, The Last Crusader: The Untold story of Christopher Columbus, Wheaton, IL: Crossway Books, 1992, hal. 117)

Dalam catatan hariannya Columbus menulis:

“Aku, agar mereka pribumi bis abersikap ramah dan bersahabat terhadap kami, karena aku tahu bahwa merekalah bangsa yang lebih baik dibebaskan dan dipertobatkan kepada Iman Suci kami melalui kasih daripada kekerasan, memberi kepada beberapa diantara mereka topi merah dan kepada yang lain manik-manik gelas, yang mereka gantungkan di leher mereka, dan banyak barang-barang lain….” (John Eidsmoe, Columbus and Cortez, Conquerors for Christ: The Controversy, The Conquest, The Mission, The Vission, Gren Forest, AR: New Leaf Press, 1992, hal 85)

Dia tidak mengijinkan anak buahnya memberi penduduk pribumi barang yang tidak berguna, dan dia tidak ingin merintangi mereka datang kepada Kristus;

“Aku tidak melihat pada diri mereka bahwa mereka beragama, dan aku percaya bahwa cepat sekali mereka akan beralih menjadi Kristen” (John Eidsmoe, Columbus and Cortez, Conquerors for Christ: The Controversy, The Conquest, The Mission, The Vission, Gren Forest, AR: New Leaf Press, 1992, hal 85)

Columbus telah berhasil mengubah dunia. Tulisan-tulisannya sendiri mengatakan bahwa Kitab Suci memotivasi dia. Thedore Roosevelt berkata mngenai Columbus:

“Ia pertama-tama adalah umat Kristen, ke-dua petualang, ke-tiga jenius, ke-empat seorang yang memiliki visi, ke-lima seorang ayah sejati, dan akhirnya seorang laki-laki yang bertindak. Oh, andaikan saja ada orang seperti dia di jaman kita ini” (John Eidsmoe, Columbus and Cortez, Conquerors for Christ: The Controversy, The Conquest, The Mission, The Vission, Gren Forest, AR: New Leaf Press, 1992, hal. 139)

Semoga Kitab Suci atau Injil selalu menjadi sumber inspirasi kita dalam menjalani hidup, dan melakukan perkara-perkara yang besar. karena di dalam Kristus kita lebih dari pada Pemenang. Perkara-perkara besar yang berarti bagi seluruh kehidupan umat manusia, dan sungguh-sungguh nyata menghadirkan Kasih Tuhan kepada manusia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s