New Creation

Kemarin tanggal 25 Maret bertepatan dengan hari Jumat Agung, hari memperingati wafatnya Jesus Kristus di kayu salib sekitar 2000 .tahun lalu. Hari itu, tanggal 25 Maret juga bertepatan dengan hari ulang tahunku. Bagaimana aku memaknainya? Sebuah pertanyaan yang cukup berharga untuk ditanyakan. Tanggal yang satu memperingati kematian, tanggal yang satu memperingati kelahiran. Maknanya teramat sangat besar dan berarti bagiku.Maknya bagiku adalah Jesus mati supaya aku mempunyai hidup, mempunyai kesempatan baru, kesempatan baru yang sangat indah dan berharga, hidup di dalam-Nya, menjadi ciptaan baru (new creation) di dalam Dia.

Ada ayat yang sangat bagus dan secara pribadi sangat aku suka. Suatu kalimat yang sangat indah artinya.

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2Corinthians 5:17)

Apa tandanya orang yang lahir baru dan menjadi ciptaan baru?

  1. Dia hidup dipimpin oleh Roh

Ciri-cirinya adalah dia hidup tidak lagi menurut daging. Rasul Paulus mengatakan Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka). Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.  Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya.” (Colossians 3:5-10)

Ciri lainnya adalah dia hidup mengejar kekudusan. Dalam surat di Efesus disebutkan bahwa: yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.” (Ephesians 4:22-24)

  1. Memandang segala sesuatu dengan cara berbeda

Ciri-cirinya adalah dia tidak lagi memandang dunia dengan sudut pandang kedagingan (fleshy-stand). “Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.“ (2Corinthians 4:18)

Ciri lain selanjutnya adalah dia akan memandang relasi antar manusia dengan cara baru, manusia lain bukan obyek, baik obyek sex maupun obyek kemarahan dan kepahitan kita. Tapi obyek Kasih. Jesus jelas mengajarkan “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” (John 13:34-35)

Ciri lainnya yang menonjol adalah dia tidak mengenal takut. Rasul Paulus dengan sangat baik mengajarkannya Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.  Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.  Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.” (Colossians 3:1-4)

  1. Punya tujuan hidup baru

Cirinya, sekarang dia hidup untuk Tuhan. Ya, setelah memahami arti pengorbanan Kristus dan meyakini jaminan keselamatan yang diberikan-Nya, maka akan tumbuh kerinduan untuk memberitakan Kasih-Nya, sebuah Berita Sukacita bagi dunia. Rasul Paulus sendiri dengan sangat antusias mengatakan “Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya? Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.” (Romans 6:1-4)

Ciri kedua setelah mempunya tujuan hidup baru adalah dia menyadari siapa dirinya dan akan hidup sebagai hamba dan duta (ambassador) Kerajaan Allah. Rasul Paulus dengan baik mengatakan “Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.” (2 Corinthians 5:18-20)

Amin.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s