7 Characteristics of Highly Effective Church Leaders.

1. Selalu tepat waktu, tidak terburu-buru atau berlambat-lambat.
Jika selalu tepat waktu, itu artinya kita sangat menghargai orang lain termasuk waktu yang sangat berharga yang orang lain miliki.

2. Mengerjakan “Pe-eR”.
Sesibuk apapun, kita harus merencanakan dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, walau tidak sempurna. Perhitungkan rentang waktu, tenaga, sumber daya, dana dan segala hal yang terkait dengan baik. Jangan mendadak. Segala hal yang mendadak atau terburu-buru hanya menunjukkan ketidakmatangan kita sebagai pemimpin. Sesibuk apapun, kita harus mempersiapkan diri bahkan termasuk membuat catatan kecil dan coretan-coretan yang menunjang pekerjaan dan pelayanan.

3. Memanggil dengan nama.
Sangat menyenangkan jika nama kita diingat dan diucapkan oleh orang lain.Jika ingin jadi pemimpin yang baik, ingatlah nama! Panggil semua orang, apapun latarbelakang, posisi dan jabatan dengan namanya.

4. Bukan masalah untuk tidak pandai dalam segala hal.
Banyak orang berpikir bahwa pemimpin harus pandai dalam segala hal. Itu tidak benar. Jika kita tidak pandai dalam segala hal tidak perlu minta maaf, tidak perlu menyesal, tidak usah pura-pura mengerti atau pandai. Secara jujur dan tulus minta tolong kepada orang lain atau staff yang ahli dalam hal itu dan jaga hati kita tetap damai dan fokus pada tugas, pekerjaan dan pelayanan.

5. Segera tindak lanjuti dengan cepat.
Pelajarannya sederhana, jangan memberi janji jika kita tidak bisa menepatinya.

6. Menanggapi pekerjaannya – bukan dirinya – secara serius.
Pemimpin yang baik akan menanggapi dan mengerjakan tugas pekerjaannya secara serius tetapi mereka tetap akan menjadi pribadi yang baik, humble, rendah hati bahkan humoris. Jika terbalik, maka akibatnya kita akan menjadi pribadi yang arogan, tinggi hati, cenderung pemarah, merasa selalu benar tetapi pekerjaan kita justru kurang maksimal.

7. Secara luar biasa harus membumi dan berpijak di tanah.
Pemimpin yang baik adalah orang-orang yang terlihat “biasa saja” yang kita merasa enak ada di dekatnya. Jika menanggapi diri – bukan pekerjaannya – terlalu tinggi dan serius maka itu akan membatasi kepemimpinannya. Pemimpin yang baik tahu persis dari mana dia berasal dan sadar penuh bahwa tugas utama pemimpin adalah melayani. – at Pacet

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s